IDEN
Pemulihan UMKM Industri Halal Pasca Pandemi
13 Pebruari 2021

Jambi, KNEKS - Indonesia merupakan negara dengan potensi pengembangan literasi Halal Lifestyle. Hal ini dikarenakan penduduk Indonesia saat ini dengan mayoritas muslim sebanyak 87% dari keseluruhan total penduduk. Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS Putu Rahwidhiyasa dalam Launching KKN (Kajian Keilmuan Al Fath) dan Webinar Nasional terkait Pengaruh Literasi Keuangan Syariah terhadap Perkembangan UMKM di era Digital, menyatakan bahwa Indonesia mampu menumbuhkan kesadaran dan pemahaman produsen terhadap kebutuhan produk halal.

“Namun akibat pandemi Covid-19, sektor Industri Halal yaitu Halal Tourism adalah bidang yang paling merasakan dampaknya yaitu berkurangnya pengunjung (turis), pemberhentian operasi wisata serta Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),” ujar Putu dalam Launching KKN dan Webinar Nasional yang KSEI Al Fath UIN STS Jambi yang mengangkat tema Pengaruh Literasi Keuangan Syariah terhadap Perkembangan UMKM di Era Digital, sabtu (13/2).

Selain sektor pariwisata halal, menurut Direktur yang biasa disapa Pak Putu ini, sektor Muslim Fashion, F&B atau makanan dan minuman juga mengalami penurunan pasar. “Akan tetap ada peluang meningkat di antaranya industri masker baik medis maupun kain, APD dan untuk sektor F&B banyak yang beralih ke sistem take away. Selanjutnya untuk sektor supplement dan obat tradisional halal diprediksi dapat terus meningkat pasarnya dan memperoleh peluang untuk dikembangkan lebih luas lagi dimasa pandemi ini” ujar putu.

Berbagai tantangan mengenai turunnya pasar domestik dan potensi berbagai peluang, mendorong KNEKS memberikan berbagai rekomendasi kebijakan dan strategi kolaborasi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia. “Dalam rentang tahun 2020-2024, KNEKS antara lain mempunyai fokus pembangunan yaitu pengembangan UMKM yang memiliki daya saing dalam rantai supply Industri Halal Global melalui dukungan regulasi dan fasilitas pembiayaan”, ujar Putu.

“Selain dukungan regulasi dan fasilitas pembiayaan, penting untuk mendorong digitalisasi Ekonomi Syariah untuk memacu pertumbuhan usaha ekonomi umat, penciptaan penguatan usaha-usaha syariah baru di sektor unggul,” pungkas Putu.

Direktorat Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS memiliki beberapa program perluasan dan pengembangan kegiatan usaha syariah, antara lain: Pembinaan UMK Halal Nasional, IPO Usaha Syariah, Inkubasi Eksportir Produk Halal, Akselerasi Digitalisasi Usaha Syariah dan Pendirian Pusat Data Ekonomi Syariah Indonesia.

Penulis: Siti Humairoh

Redaktur Pelaksana: Ishmah

Berita Lainnya