IDEN
Irwandi Jaswir :“Kesadaran Halal Kunci Indonesia Jadi Pusat Halal Dunia”
02 Pebruari 2021

Jakarta, KNEKS - Kesadaran halal atau biasa disebut halal awareness merupakan kunci untuk menjadikan Indonesia pusat halal dunia. Demikian disampaikan Ilmuwan Halal dan penerima King Faisal International Prize 2018, Professor Irwandi Jaswir. Irwandi mengatakan kesadaran halal di setiap negara berbeda-beda. Malaysia termasuk negara yang memiliki kesadaran halal yang bisa dikatakan baik.

Berdasarkan survei, hal pertama yang diperhatikan penduduk Malaysia jika membeli suatu produk adalah label halalnya, menyusul kemudian komposisi nutrisi, harga dan lain-lainnya.

“Halal logo itu nomor satu, hampir 90 persen termasuk mereka yang non muslim (memperhatikan label halal),” jelasnya dalam webinar virtual Halal Talk yang diselenggarakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Jika Indonesia ingin menjadi pusat halal dunia, menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap produk halal harus ditingkatkan. Bila ingin menjadi pusat halal dunia, harus diawali dengan kesadaran halal yang tinggi, yaitu masyarakat harus memiliki fondasi pengetahuan yang mencukupi. Tingkat kesadaraan halal ini dapat mendorong produsen untuk melakukan sertifikasi halal pada produknya.

Tiap-tiap negara di dunia, bukan hanya negara berpenduduk mayoritas Islam, berupaya memonopoli pasar halal dunia. Seperti dijelaskan Irwandi, bila berkaca perkembangan halal di Malaysia, , jumlah penduduk muslimnya tidak sampai 60 persen, tetapi jumlah produk-produk yang bersertifikasi halal di Malaysia jauh lebih banyak dari negara-negara muslim lainnya. Masyarakat di Malaysia cukup perhatian akan produk yang bersertifikasi halal, karena dinilai memiliki kualitas produk yang lebih tinggi, baik dari kesehatan dan maupun proses produksi.

Sementara itu, Direktur Eksekutif KNEKS Ventje Rahardjo menyampaikan permintaan konsumen muslim dunia terhadap produk halal meningkat setiap tahunnya. Berbagai negara telah bergerak untuk memanfaatkan pasar tersebut, termasuk negara dengan minoritas muslim seperti Brazil, Thailand, Jepang dan Tiongkok.

“Indonesia sebagai negara berpenduduk keempat terbesar di dunia dan secara demografis didominasi oleh penduduk muslim, memiliki peran yang sangat potensial atas pergerakan arus perekonomian dunia tersebut. Peran tersebut tidak hanya memposisikan ini sebagai target pasar, tetapi juga sebagai produsen produk halal global,” kata Ventje lagi.

Indonesia telah memiliki pengalaman puluhan tahun dalam memproduksi produk halal dan melakukan sertifikasi halal. Potensi tersebut dengan didukung oleh bonus demografi yang dialami membuka peluang besar bagi pelaku industri nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi produk halal, memperluas jaringan pemasaran produkdan menjadi pemain utama dalam industri halal global. Hal ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Penulis: Andika & Aldi
Redaktur Pelaksana: Ishmah

Berita Lainnya