IDEN
Pasca Pandemi, Ini Perubahan yang Terjadi Pada Konsumen Muslim
16 Desember 2020

Pasca Pandemi telah mendorong masyarakat untuk beradaptasi kondisi baru yang tergantung pada digital. Direktur Eksekutif Manajemen Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Ventje Rahadjo mengatakan Covid-19 memaksa masyarakat untuk beradaptasi dengan kondisi baru yang mana kehidupan bergantung pada digital. Teknologi digital adalah pendorong era new normal dan sebagai alat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah. 

“Terlepas dari tantangan yang dihadapi oleh semua ekonomi di dunia, kepanikan ini sekaligus membuka peluang bagi masyarakat ekonomi syariah. Kemajuan teknologi digital harus dioptimalkan untuk kebangkitan ekonomi syariah dan keuangan serta industri halal nasional yang selalu menjunjung tinggi etika universal dan nilai-nilai berkelanjutan,” ujar Ventje. 

“Setelah pandemi Covid-19 diprediksi nilai-nilai syariah akan memasuki era kemenangan lantaran konsumen muslim mengalami transformasi yang luar biasa ketika pandemi”, ujar Yuswohady. Pakar Marketing dan Founder Inventure Yuswohady menyebut era kemenangan itu dengan Universal Sharia Solution.  

Era kemenangan pasca pandemi disebabkan saat pandemi berlangsung konsumen muslim mengalami transformasi akselerasi ke arah digital. Selain itu, pada saat pandemi umat muslim mempunyai jiwa spiritual yang semakin tinggi dan semakin memiliki rasa empati. 

“Dengan adanya pandemi adanya perubahan besar konsumen muslim Indonesia, yaitu semakin digital, semakin spiritual, semakin empati,” tuturnya, dalam webinar bertema Potensi Pasar dan Peluang Investasi Fintech Syariah di Indonesia, Rabu (16/12).  

Yuswohady menjelaskan, dua tahun yang lalu, ia mengeluarkan konsep perilaku konsumen muslim Indonesia yang disebut Muslim 4.0.  Inti dari Muslim 4.0 adalah umat muslim Indonesia menjadi semakin modern dan semakin digital yang kemudian mempengaruhi pola pikir dan perilaku mereka.  

“Covid-19 mengakibatkan transformasi konsumen kearah digitalisasi. Dulu di hand phone saya tidak ada Zoom, Spotify, dan Netflix, namun sekarang aplikasi di hand phone saya makin banyak, artinya saya semakin digital,” jelasnya. 

Muslim 4.0 juga ditandai dengan tingginya spriritualitas. Contoh spritualitas bisa dilihat pada saat pandemi, umat muslim melihat pandemi sebagai bentuk peringatan dari Tuhan. Kemudian Muslim 4.0 berkaitan juga dengan rasa empati. Pandemi Covid-19 membuat umat muslim lebih banyak mengeluarkan zakat, infak, wakaf, dan sedekah (ZISWaf). 

Sikap konsumen muslim yang semakin terdigitalisasi, religius dan berempati, menurutnya, adalah hal yang positif bagi praktik-praktik kesyariaahan di Indonesia. Bahkan hal ini turut mempengaruhi ekonomi syariah nantinya. 

Berita Lainnya