IDEN
Optimalisasi Halal Blockchain: Wujudkan Indonesia sebagai Global Hub Eksyar
14 Agustus 2020

Jakarta, KNEKS - Saat ini tren industri halal semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh tingginya perhatian konsumen kepada produk-produk yang mengedepankan nilai halal, kebersihan, keamanan, keandalan dan juga jaminan kualitas produk.

Sehingga berbicara halal tidak hanya sebatas penggunaan non alkohol, proses penyembelihan hewan dan bahan kandungan dalam pembuatan produk makanan, melainkan lebih dari itu adalah bagaimana standar pengolahan dan rantai pasok bahan makanan.

Dalam acara Poultry Re-Thinking yang diadakan oleh PT. Sreeya Sewu Indonesia dan HARA token, Direktur Produk Industri Halal Manajemen Eksekutif KNEKS, Afdhal Aliasar menerangkan tentang penelusuran pengolahan produk makanan dalam rangka menjaga keabsahan unsur halalnya .  

“Menjaga Integritas Halal ialah memastikan terpenuhinya nilai kehalalan serangkaian rantai pasok dari hulu sampai dengan hilir untuk menghasilkan produk akhir yang bernilai tambah tinggi. Salah satu contohnya adalah Teknologi blockchain yang berperan untuk mewujudkan ketelusuran produk halal yang akurat dan terpercaya,“ ujarnya, Rabu (4/8).

Teknologi blockchain memungkinkan penelusuran halal berlangsung secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Label halal yang tercatat pada teknologi blockchain akan mempermudah konsumen dalam melacak historical record rantai nilai produk yang mencakup asal wilayah (origin), metode pengolahan, waktu pengolahan, pemasok yang terlibat, dan detail deskripsi produk lainnya.

Data dalam teknologi blockchain ini bersifat transaparan, auditable, dan permanen sehingga konsumen bisa memastikan validitas sertifikasi halal yang dimiliki suatu produk serta kepatuhan terhadap standar halal pada seluruh proses yang dilaluinya.

Senada dengan itu KNEKS juga telah mendorong penerapan Halal Traceability dan Tracking System dalam rantai nilai halal, mulai dari produksi, distribusi, sampai dengan pelanggan dan konsumen.

Salah satu gerakan produktif yang dapat dijadikan contoh adalah kerjasama antara pelaku industri, HARA dan PT Sreeya Sewu Indonesia yang berkolaborasi melakukan terobosan sebagai pionir menggunakan Halal Blockchain pada rantai produksi nya.

Sreeya juga tengah fokus dengan kolaborasi nya bersama McDonald’s Indonesia dalam menerapkan Halal Blockchain serta bekerjasama dengan agritech-startup HARA Token dalam mengembangkan teknologi blockchain yang digunakan. Jelas Direktur Utama PT Sreeya Sewu Indonesia Tommy Wattimena.

“Kita akan menempatkan logo halal blockchain dan QR code di outlet dan piring kertas yang biasa digunakan McDonald dalam menyajikan produknya,” Jelas Managing Director Belfood Dicky Saelan. Belfood merupakan anak perusahaan dari PT Sreeya Sewu Indonesia, Tbk.  

“Konsumen dapat mengakses proses potong ayam secara transparan mulai dari pemeriksaan kesehatan dan penimbangan ayam hidup saat masuk ke Rumah Potong Ayam, proses penyembelihan halal, penirisan darah sampai dengan proses post-mortem sehingga konsumen tidak perlu meragukan kehalalan dan kualitas yang dihasilkan oleh Rumah Potong Ayam Perusahaan,” Jelas Dicky.

Begitu juga penjelasan dari CEO dan Founder HARA Token, Regi Wahyu yang mengatakan bahwa teknologi Blockchain mengintegrasikan trust dan quality yang akan meningkatkan daya saing perusahaan serta produk halal itu sendiri.

Afdhal menyampaikan bahwa terobosan yang dilakukan Sreeya, HARA, dan McDonald’s Indonesia dapat menginspirasi pelaku industri lainnya di Indonesia untuk menerapkan Halal Blockchain, di mana hal ini dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan produk nya.

“Untuk mewujudkan Indonesia sebagai Global Hub Ekonomi Syariah, kita perlu melakukan lompatan dan terobosan inovasi. Halal Blockchain merupakan langkah penting untuk mencapai visi tersebut,” pungkas Afdhal.

Penulis: Aldi, Andika, Ira, Zuma
Redaktur Pelaksana: Iqbal

Berita Lainnya