IDEN
KNKS Komit Kembangkan Enam Sektor Ekonomi Syariah
25 Desember 2019

JAKARTA, KNKS - Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report, ada enam sektor dalam ekonomi syariah, yakni makanan halal, pariwisata halal, media dan hiburan, fesyen, farmasi, kosmetik, dan keuangan.

Analis Pratama Divisi Keuangan Inklusif Syariah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Muhibbuddin Ahmad Al-Muqorrobin menegaskan bahwa KNKS berkomitmen untuk mengembangkan keenam sektor ini di Indonesia.

Keenam sektor tersebut, masing-masing menjanjikan tren bisnis. Namun, diakuinya saat ini Indonesia masih menjadi pasar. Terbukti dalam beberapa sektor seperti makanan halal Indonesia tidak masuk dalam peringkat 10 besar.  Lalu, sektor keuangan syariah karena Indonesia memiliki populasi yang besar bisa menempati peringkat empat dunia.

Peluang makanan halal dinilai menjadi yang sektor yang paling menjanjikan untuk dikembangkan. Melihat populasi Muslim di Indonesia yang sangat besar, sektor makanan bisa menjadi unggulan. “Makanan sesuatu yang dinikmati sehari tiga kali, jadi jangan sampai apa yang masuk ke perut orang Indonesia itu berasal dari impor, berasal dari yang tidak halal. Maka itu bisnis yang sangat menjanjikan,” jelas Muhibbuddin, dalam acara yang diselenggarakan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), di Graha Mental Spiritual, Senin (23/12).

Kemudian sektor yang menjanjikan selanjutnya adalah pariwisata, diikuti kosmetik, fesyen, dan farmasi. Muhibbuddin menyampaikan, KNKS sebagai lembaga yang bertugas mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah memiliki komitmen terhadap kemajuan Indonesia.

KNKS bekerja sama dengan 10 lembaga sebagai Dewan Pengarah KNKS membuat Master Plan Ekonomi Syariah (MEKSI), Master Plan Keuangan Syariah (MAKSI), dan terbaru membuat rencana implementasi turunan MAKSI dan MEKSI. “Ekonomi syariah ini adalah gerakan arus baru. KNKS memberikan rekomendasi dan arah kebijakan perencanaan yang dilakukan Bappenas,” ujar Muhibbuddin.

Muhibbuddin mengatakan, KNKS juga bekerja sama dengan lembaga lain di luar Dewan Pengarah agar perencanaan tersebut terlaksana dengan baik.

Penulis: Aldiansyah Nurrahman, Achi Hartoyo
Redaktur Pelaksana: Achmad Iqbal

Berita Lainnya